Transportasi idealnya adalah tersedia setiap saat, bebas biaya, kapasitas tak terbatas dan dapat menjamin keselamatan. Namun demikian, kondisi ideal ini tidak selamanya dapat terjamin. Hal ini terkait dengan jaringan  transportasi yang ada dan aktivitas ekonomi yang tengah berlangsung (Merlin, 1992).

Transportasi memiliki sifat yang unik. Berkait dengan ruang maka transportasi dibatasi oleh jarak, waktu, topografi dan perbatasan wilayah (Rodrigue, 2006). Dari sisi bahan yang diangkut dibtasi oelh kenyamanan (jika yang diangkut manusia), keteraturam (jika yang diangkut barang). Pada komoditas pertanian juga dibedkan atas produk basah dan kering atau produk cair dan padat.

Tujuan transportasi adalah memindahkan orang, barang ataupun informasi dari tempat asal ke tempat lain untuk memperoleh nilai tambah dan nilai guna yang lebih baik.

Dalam transportasi di masa sekarang, tidak dapat dilepaskan adanya unsur biaya. Biaya dapat bervariasi tergantung nilai barang yang dipindahkan dan jarak yang ditempuh. Berkait dengan jarak, transportasi dapat ilakukan dengan berbagai cara, mulai dari yang sederhana (yang menghubungkan dua lokasi secara langsung) yang disebut sebagai jarak logistic hingga yang kompleks yang menghubungkan lokasi pada geografis yang berbeda dan banyak jalur.

Transportasi memiliki peran yang penting dalam perkembangan ekonomi. Pada abad 19 transportasi modern dimulai dengan berkembangnya jalur kereta api dan pelayaran yang memunculkan adanya pasar terbuka. Pada abad 20, perkembangan transportasi diprioritaskan pada media trasnportasi, peningkatan kapasitas,perluasan jaringan dan mobilitas. Dalam abad 21 transportasi berorientasi pada system ekonomi global yang harus melakukan efektivitas dari sisi waktu dan biaya serta keterbatasan kapasitas pengiriman untuk barang tak begerak.

Transportasi saat ini memegang peran penting bagi pertumbuhan suatu daerah atau ekonomi. Hal ini diidentifikasikan oleh beberapa hal seperti:

  1. Pertumbuhan akan permintaan

Dalam 50 tahun terakhir permintaan akan transportasi tumbuh dengan pesat. Mobilitas orang yang makin tinggi membutuhkan sarana transportasi yang cepat dan nyaman. Jarak yang jauh makin cepat ditempuh. Sarana transportasi darat, laut dan udara terus dikembangkan untuk tujuan ini. Kebutuhan manusia akan barang konsumsi terus menunjukkan peningkatan. Sebagai contoh, untuk memenuhi kebuthan konsumsi tempe saja, pemerintah Indonesia harus melakukan impor kedelai yang terus meningkt dari tahun ke tahun sehingga ketika terjadi lonjakan harga kedelai di tingkat internasional banyak perajin tempe yang gulung tikar.

  1. Reduksi biaya

Beberapa moda transportasi adlah mahal (missal pesawat terbang). Biaya per unit barang yang ditransportasikan makin lama makin turun untuk jarak yang sama. Hal ini dimungkinkan oleh perbaikan sarana transportasi yang makin baik. Perbaikan sarana transportasi ini juga memungkinkan meningkatnya perpindahan barang dari satu titik ke titik lain. Reduksi biaya ini dapat dilihat dengan tidak begitu berbeda antara harga barang di lokasi produksi dengan lokasi konsumsi. Bahkan dengan efisiensi produksi, maka makin rendahnya biaya transportasi dapat menekan harga barang. Sebagai contoh harga kedelai impor lebih murah dari harga kedelai lokal.

  1. Ekspansi infrastruktur

Ekspansi infrastruktur baik kualitas maupun kuantitas terus dilakukan. Jalan, terminal, pelabuhan, dan fasilitas telokomikasi terus dikembangkan. Infrastruktur transportasi merupakan komponen utama untuk menggerakkan ekonomi termasuk bagi Negara berkembang seperti Indonesia. Penambahan pelabuhan bagi kapang perdagangan akan menurunkan baiaya produksi. Adanya terminal-terminal barang seperti terminal agroindustri misalnya akan memperlancar perdagangan dan arus barang.

Brain drain didefinisikan sebagai “depletion or loss of intellectual and technical personnel” [8]. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh British Royal Society untuk menjelaskan fenomena arus keluar ilmuwan dan teknolog ke Amerika dan Kanada pada tahun 1950-an dan awal 1960-an [3]. Migrasi kaum intelektual ini terjadi hampir di seluruh dunia, baik negara berkembang maupun negara maju [3,7]. Amerika menjadi negara yang menikmati dampak positif dari fenomena brain drain (brain drain net importer). Negara ini sadar benar dengan pentingnya keberadaan kaum cerdik cendekia di negaranya. Amerika menerbitkan program visa khusus untuk menarik kaum terpelajar dari seluruh dunia datang dan memperkuat ekonomi negara Paman Sam [3,7]. Sementara itu, negara-negara berkembang seperti India, China, Pakistan, dan Filipina dilaporkan mengalami eksodus kaum intelektual ke Amerika dan Eropa Barat.
Dari segi finansial, brain drain memberikan kerugian ganda bagi net exporter brain drain: capital flight akibat terbangnya sumber daya manusia yang telah menerima dukungan biaya pendidikan dari pemerintah dan capital flight karena harus membayar tenaga asing untuk menggantikan posisi-posisi yang seharusnya bisa diisi oleh SDM dalam negeri. Sebagai contoh, India dilaporkan mengalami kerugian sekitar 2 miliar dolar AS per tahun akibat terbangnya kaum cerdik cendekia ke luar negeri [7], sementara benua Afrika harus merogoh kocek hingga 4 miliar dolar AS per tahun untuk membayar tenaga profesional asing di negaranya [7]. Meski di sisi yang lain, secara ekonomi patut diakui bahwa para pelaku brain-drain juga memberikan capital input dalam bentuk pengiriman uang, utamanya kepada keluarga di dalam negeri. Dana yang dikirim Philippinos yang bekerja di luar negeri dilaporkan mencapai 10,7 miliar dolar AS pada tahun 2006, yang setara dengan 12% GDP negara tersebut
tahun 2005 [7]. Meski pada saat yang sama, sekolah kedokteran dan rumah sakit di Filipina mengalami kesulitan akibat eksodus tenaga profesional tersebut [7].
Ada beberapa penyebab terjadinya brain drain, di antaranya faktor ekonomi, sosial-budaya, politk, dan keamanan. Masalah ekonomi, tidak dapat dipungkiri, merupakan faktor pendorong klasik terjadinya migrasi manusia, bukan hanya kaum intelektual, melainkan juga orang kebanyakan yang hendak memperbaiki kesejahteraannya. Faktor sosial dan budaya (riset) menjadi daya tarik manakala negara tujuan brain drain tersebut dikenal memiliki budaya riset yang maju. Riccardo Giacconi, fisikawan Itali penerima Nobel bidang fisika menyatakan “A scientist is like a painter. Michelangelo became a great artist, because he had been given a wall to paint. My wall was given to me by the United States” [4]. Peperangan, sentimen etnis dan agama, serta konflik politik juga dapat memicu terjadinya brain drain.
Bagaimana dengan Indonesia?
Tidak ada data akurat tentang berapa banyak kaum cerdik cendekia Indonesia yang menetap dan bekerja di luar negeri. Jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri ditaksir mencapai angka 50 ribu orang [1]. Sedangkan jumlah ilmuwan Indonesia yang bekerja di luar negeri ditaksir mencapai angka ratusan orang [4]. Seribu orang “hanyalah” 0,0004 persen bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang saat ini sudah lebih dari 220 juta orang. Namun, jangan lupa bahwa karya-karya intelektual yang bermutu umumnya hanya dihasilkan dari segelintir orang, bisa jadi hanya dari beberapa ribu atau bahkan ratus orang di antara angka 220 juta jiwa tersebut. Pada tahun 1926, Alfred J. Lotka melakukan penelitian tentang distribusi produktivitas ilmiah. Lotka kemudian merumuskan inverse square law of productivity [6]. Dari hukum tersebut dapat dinyatakan bahwa dari populasi “p” ilmuwan, jumlah orang yang menghasilkan “n” karya ilmiah adalah sama dengan p/n2.
Artinya, hanya minoritas intelektual yang memiliki produktivitas ilmiah tinggi; dari 100 orang peneliti, ada 25 orang yang menghasilkan 2 karya per orang (100/22), dan hanya 1 orang yang menghasilkan 10 karya per orang (100/102).
Indonesia perlu belajar dari China dan India dalam memanfaatkan “energi” fenomena brain drain bagi pembangunan bangsa. Ibarat seorang Master “Tai-Chi” yang memanfaatkan energi lawan untuk melumpuhkan lawan itu sendiri. China dan India, dua negara dengan populasi raksasa di Asia ini, mengalami eksodus ilmuwan terutama ke Amerika Serikat pada awal 1990-an [7]. Alih-alih merana dengan fenomena brain drain, dunia justru saat ini menyaksikan kebangkitan industri di kedua negara tersebut. Para analis memprediksi bahwa kekuatan ekonomi China akan segera menyaingi Paman Sam dalam waktu dekat.
Kebangkitan industri dan ekonomi di China dan India bukan sekadar karena tersedianya tenaga kerja yang murah. India dilirik investor dunia, salah satunya karena tingginya modal intelektual per satuan dolar AS. Tiga negara yang menduduki peringkat atas dalam hal jumlah publikasi ilmiah per satuan GDP adalah India (31,7%), China (23,32%), dan Amerika (7%) [6]. Meski termasuk dalam negara berkembang, India merupakan negara maju bila dilihat dari infrastruktur intelektual [6]. Dari 2.300 karyawan Fasilitas R&D General Electric terbesar di dunia yang berlokasi di India, 700 orang di antaranya adalah para profesional India yang memilih kembali dari Amerika Serikat [6]. Fenomena reverse brain drain ini mempercepat kebangkitan industri di India. Bisa jadi kebangkitan industri dan ekonomi di China dan India tidak akan secepat dan sebesar sekarang bila tidak terjadi reverse brain drain yang menghadirkan tenaga andal dengan akumulasi pengalaman profesional dari
negara maju.
Kembalinya para profesional ke negara asal juga membawa serta kultur budaya maju yang telah menyatu dengan dirinya pada saat menjalani kehidupan di negara maju. Akan terjadi pengayaan kebijakan pemerintah manakala para profesional tadi menduduki posisi-posisi kunci di pemerintahan.. UNESCO melaporkan bahwa pada tahun 2004 China membelanjakan 1,44% dari PDB untuk kegiatan riset dan pengembangan. Angka ini merupakan yang tertinggi untuk Asia [2]. Council of Scientific and Industrial Research (CSIR) India telah mendaftarkan 542 paten di Amerika dalam kurun waktu 2002-2004. Jumlah ini melebihi total jumlah paten Amerika yang didaftarkan oleh Jepang, Prancis, dan Jerman [5].
Keberadaan para pelaku brain-drain di luar negeri pada saat ini perlu dimaksimalkan pemanfaatannya “ala” jurus membalik energi Master “Tai-Chi”. Patut diakui bahwa banyak mahasiswa Indonesia yang berangkat ke luar negeri dengan bantuan ilmuwan kita di mancanegara, umumnya dalam bentuk akses informasi beasiswa ataupun memberikan rekomendasi kepada calon pembimbing di mancanegara. Ilmuwan Indonesia yang sedang bekerja di luar negeri juga bersentuhan dengan teknologi canggih yang bagi ilmuwan di negara kita masih menjadi impian. Kerja sama riset antara ilmuwan dalam dan luar negeri merupakan wahana untuk maksimalisasi potensi tersebut. Tanpa perlu ditagih, ilmuwan yang lahir dari rahim Ibu Pertiwi akan secara alamiah terpanggil memberikan kontribusinya bagi Merah Putih.
Di sisi lain, tingginya dana bidang pendidikan belakangan ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk menyediakan ladang persemaian yang kondusif bagi para cerdik cendekia dalam mengaktualisasikan diri, termasuk bagi ilmuwan yang saat ini bekerja di luar negeri. Belajar dari India, investor bidang teknologi tinggi akan melirik negara dengan infrastruktur intelektual yang kuat. Pelaku brain-drain secara alamiah akan pulang ke tanah air manakala kondisi keilmuan di Indonesia mulai membaik. Kehadiran mereka dengan membawa budaya iptek yang maju diharapkan mempercepat pembangunan bangsa. Bisa jadi, budaya iptek maju tersebut tidak bisa mereka dapatkan apabila mereka saat ini dipaksa untuk berkarya di tanah air. Meminjam istilah Riccardo Giacconi, bahwa Michael Angelo pun butuh kanvas untuk melukis.
Musibah atau berkah, tergantung bagaimana bangsa kita menyikapinya.
Yuli Setyo Indartono
FTMD ITB
Brain Drain: Musibah Atau Berkah?
Oleh : Yuli Setyo Indartono

Daftar Pustaka
1. Antara News, I4: Berdayakan Ilmuwan Indonesia di Luar Negeri, 26 Oktober 2009.
2. “Asian Science on the Move”, Science, 311, January 2006.
3. Cervantes, M. And Guellec, D., “The brain drain: Old myths, new realities”, OECD Observer No.230, January 2002.
4. Dikti Kehilangan Ratusan Ilmuwan, Harian Rakyat Merdeka, URL : http://www.rakyatmerdeka.co.id/nusantara/2009/08/12/10359/Dikti-Kehilangan-R atusan-Ilmuwan, akses 21 Nopember 2009.
5. Jayaraman, K.S., “Is India’s ‘patent factory’ squandering funds?”, Nature, 442, 13 July 2002.
6. Marshelkar, R.A., “India’s R&D: Reaching for the Top”, Science, 307, February 2005.
7. Wikipedia, “Brain Drain”, URL: www.wikipedia.org, akses 20 Nopember 2009.
8. URL: wordnetweb.princeton.edu/perl/webwn, akses 20 Nopember 2009.

Bakteri-bakteri Escherichia coli, Serratia marcescens, Proteus vulgaris dan Pseudomonas fluorescens mampu mendegradasi deterjen lauryl sulfate (Huddleston and Allerd, 1963 cit Goodnow and Harrison, 1972), sementara itu Goodnow and Harrison (1972) melaporkan hasil pengujiannya terhadap 45 strain bakteri terhadap tiga senyawa deterjen pada perbagai konsentrasi dan uji jumlah sel yang hidup untuk deteksi toksisitas. Pseudomonas sp dan Klebsiella sp juga berhasil diisolasi dari shampoo yang terkontaminasi ( Flawn, et al. 1973).
Mikrobia yang diketahui memiliki kemampuan baik dalam mendegradasi deterjen TAS, AES dan LAS adalah Acetobacter suboxydans. Sedang A. peroxydans mampu mendegradasi TAS dalam 72 jam. Beberapa spesies Azotobacter memiliki kemampuan degrdasi yang kuat Goodnow and Harrison, 1972).
Bakteri pengguna deterjen yang diisolasi dari kolam pengolah limbah adalah Vibrio, Klebsiella, Flavobacterium, Shigella, Proteus, Pseudomonas, Enterobacter, Bacillus, Escherichia and Citrobacter. Vibrio merupakan spesies yang dominan diikuti oleh Flavobacterium (Amund, et al. 1997). Isolat bakteri pendegradasi deterjen umumnya bakteri Gram negative kecuali Bacillus.
Bakteri – bakteri pendegradasi deterjen yang diisolasidari sungai diThailand adalah Aeromonas, Enterobacter, Klebsiella, Micrococcus, Pasteurella, Pseudomonas, Serratia, dan Staphylococcus (Visoottiviseth, et al. 1988).
Bacillus cereus dapat tumbuh baik pada kolam yang terkontaminasi deterjen, Bacillus dapat menggunakan SDS (sodium dodecyl sulphate) yang merupakan deterjen yang banyak digunakan. Strain ini menunjukkan kemampuan yang cukup besar (43%) pada medium mineral yang diperkaya dengan SDS 10 mg/ml. Pertumbuhan akan terpacu jika dalam medium mengandung pula glukosa. Namun demikian, pertumbuhan menunjukkan fase lag yang cukup panjang jika konsentrasi SDS lebih dari 5 mg/ml (Singh, et.al. 1998).

Mikrobia lipolitik dikarakteristikkan melalui berbagai aspek seperti fisiologi, mekanisme lipolitik, implikasi ekologi dan patogenik hingga produksi dan eksploitasinya. Lipase dari mikroorganisme umumnya bersifat indusibel dengan ester asam lemak dan beberapa asam lemak bebas berfungsi sebagai induser (Sabthai, 1991). Mikroorganisme ini menggunakan asam lemak yang dihasilkan dari alc\kohol teresterifikasi oleh lipase.

Dalam hampir semua kasus, mikroorganisme berfungsi dengan baik pada emulsi minyak dalam air, dimana kandungan air tinggi dan area interfacial untuk degradasi tersedia luas dan substrat trigliserida dapat digunakan.

Bakteri lipolitik yang bersifat halofilik dan halotoleran juga berhasil diisolasi oleh de Guzman, et.al (2008) dari Laguna Verde Bolivia dan diperoleh sebanyak 34 isolat yang menghasilkan lipase ekstraseluler. Salah satu isolat dengan kemampuan tertinggi diidentifikasi sebagai Bacillus pumilus.

Genus Lysubacter termasuk dalam bakteri meluncur Gram negative yang mampu menghasilkan  berbagai enzimm ekstraseluler yang penting dalam biodegradasi.  Semua spesies dari genus ini kecuali dua strain dari Lysubacter brunescens, dikenathui mampu menghidrolisis Tween yang dujikan dalam medium padat yang mengandung deterjen. Sejumlah enzim ekstraseluler yang dihasilkan spesies Lysubacter telah dikarakterisasi tetapi enzim2 yang rsponsif untuk akivitas lipase belum diteliti.

Percobaan pendahuluan oleh von Tigerstrom and Stelmaschuk (1989) mengindikasikan bahwa L. enzymogenes menghasilkan dua enzim yang menghidrolisis Tween, satu berkait dengan sel dan yang lainnya disekresikan ke medium kultur. Meskipun disekresikan enzim dapat digunAkan untuk minyak olive sebagai substrat dan disebut sebagai lipase (Jensen, 1983), kedua enzim lebih suka substrat yang larut air sehingga disebut esterase daripada lipase (Sugiura, 1984).

Pseudomonas mendocina mampu menghidrolisis minyak pada emulsi substrat – minyak tanpa Tween menunjukkan hasil yang lebih rendah daripada dengan adanya Tween. Penambahan Tween akan meningkatkan kemampuan hidrolisis minyak. Hasil ini menunjukkan bahwa keberadaan deterjen mampu meningkatkan aktivitas lipase dari Pseudomonas (Bendikienė, et.al. 2007).

Lipase dari Pseudomonas mendocina 3121-1 mampu menghidrolisis Tween pada konsentrasi 0,8 – 20% dan enzim ini memiliki efektivitas lipolitik yang tinggi terhadap triasilgliserol rantai panjang terutama triolein dan juga Tween 85 (polyoxyethylenesorbitan trioleate) pada konsentrasi 40 – 60 mM. Namun demikian, aktivitas lipase ini diinaktivasi oleh SDS (Bendikienė, et.al. 2008).

Biosurfaktan adalah molekul amfipatik yang dapat dibedakan dalam senyawa dengan berat molekul rendah seperti glikolipid, fosfolipid dan lipopeptida dan surfaktan dengan berat molekul tinggi seperti polisakarida, protein, lipoprotein atau biopolymer kompleks lainnya (Rosenberg and Ron. 1990).

Biosurfaktan memiliki aplikasi yang menarik karena sifat-sifat fungsionalnya yang luas termasuk di dalamnya kemampuan dalam pembersihan, pembasahan, pembuihan, emulsifikasi, reduksi viskositas, pemisahan dan pelarutan. Kemampuan tersebut banyak dimanfaatkan dalam industri pembersih, pertanian, konstruksi, pangan, kertas, industri logam, tekstil, kosmetik, farmasi dan industri petrokimia termasuk dalam aplikasi di lingkungan untuk bioremediasi. Biosurfaktan memiliki kelebihan karena mudah didegradasi, toksisitasnya rendah, dan dapat dihasilkan dari substrat yang bernilai ekonomi rendah ataupun limbah (Banat, Makkar., and Cameotra. 2000).

Surfaktan dihasilkan oleh berbagai mikrobia (bakteri dan jamur), sebagai produk ekstraselular terutama jika ditumbuhkan pada n-alkana atau yang sejenis. Namun demikian, beberapa surfaktan microbial dapat dihasilkan pada substrat yang larut air (Fiechter. 1992).

Rhodococcus erythropolis mampu menghasilkan biosurfaktan saat ditumbuhkan pada gliserol dengan suhu 280C. Biosurfaktan yang dihasilkan setelah 51 jam penumbuhan adalah sebesar 1,7 g/L dengan tegangan muka sebesar 43 mN/m dan tegangan permukaan (dengan n-heksadekana) sebesar 15 mN/m, indeks emulsifikasi (E24), dan minyak yang dapat dihilangkan 94 %. Penggunaan gliserol lebih baik dalam produksi gliserol dibandingkan sumber karbon hidrofobik (Ciapina, et al. 2006).


ESTI ROSALIANA

Biji kelor dapat dipergunakan sebagai salah satu koagulan alami alternatif yang tersedia secara lokal dari tanaman yang barangkali dapat diperoleh di sekitar kita. Biji kelor yang dipergunakan dibiarkan sampai matang atau tua dipohon baru dipanen setelah kering dengan kadar air kurang lebih sama dengan 10%. Menurut penelitian dilaporkan bahwa tepung biji kelor adalah bahan alami yang dapat membersihkan limbah cair relatif sama efektifnya bila dilakukan dengan cara pembersihan menggunakan bahan kimia. Tepung biji kelor mampu mereduksi bakteri secara luar biasa yaitu sebanyak 90-99,9% yang melekat pada partikel-partikel padat, sekaligus menjernihkan air yang relatif aman serta dapat  digunakan sebagai air minum.

Penelitian telah mengidentifikasi adanya zat anti bakteri dalam biji kelor, yaitu 4-α-L-rhamnosyloxyl-benzyl isothiocyanate. Zat aktif tersebut berfungsi menetralkan tegangan permukaan sekaligus mengikat partikel koloid limbah cair (Ritwan, 2004).

Apabila didalam air tedapat bakteri E.coli (salah satu yang disyaratkan tidak ada dalam air minum) maka dapat teredukasi atau mati. Selama pengadukan dalam koagulasi, tepung biji kelor akan mengikat dan menggumpalkan partikel koloid dalam limbah cair termasuk bakteri, sehingga membentuk gumpalan yang lebih besar. Yang mudah tenggelam membentuk gumpalan yang lebih besar yang akan mudah tenggelam mengendap ke dasar air.

Berdasarkan hasil penelitian Pulungan dkk (2007), didapatkan bahwa penambahan serbuk biji kelor sebanyak 12 % b/v dan waktu tinggal selama 3 jam, dapat menurunkan nilai BOD menjadi 191,67 mg/l, menurunkan nilai TSS menjadi 81,57 mg/l, dan meningkatkan nilai DO menjadi 4,28 mg/l, sementara nilai pH menjadi 3,87. Menurut Muyibi dan Evison (1995) koagulan biji kelor mampu menurunkan kekeruhan antara 92% hingga 99%. Pada 1 hingga 2 jam pertama proses koagulasi, bakteri-bakteri disi dalam air telah terkonsentrasi pada endapan sebagai hasil koagulasi.

Pohon TUa

nurhidayat on December 24, 2009 in puisi, sastra | No Comments »


Hujan tak jua turun dengan riang
seakan tahu kegundahan pohon tua
yang tak lagi tahu kapan burung-burung enggan hinggap lagi
satu per satu daun layu
ia makin tak yakin
akankah burung itu tetap mau hinggap
kepak sayapnya yang makin kuat
dan kicaunya nan makin riang
ia memang siap terbang
dan pohon itu sadar
ia bukanlah tempat hinggap

saat burung itu berteduh
ia merasa daunnya bermakna
bahkan saat burung itu keluarkan kotoran
ia anggap kesuburan yang diberikan

kini……………
ketika daunnya tak lagi meneduhi
ia hanya mampu menatap
akankah bayang sayap itu lenyap?
dan……………..
akankah ada burung-burung lagi yang sudi hinggap>
jika
tebasan kapak siap menancap

Journal of Dairy Research (2001) 68 639±652

GRACIELA L. GARROTE, ANALI;A G. ABRAHAM and GRACIELA L. DE ANTONI

Summary. Chemical and microbiological composition of four Argentinean kefirr
grains from different sources as well as characteristics of the corresponding fermented
milk were studied. Kefirr grains CIDCA AGK1, AGK2 and AGK4 did not show
significant differences in their chemical and microbiological composition. In contrast,
protein and yeast content of AGK3 was higher than in the other grains. Although
grain micro¯ora comprised lactobacilli, lactococcus, acetic acid bacteria and yeast,
we found an important difference regarding species. Lactococcus lactis subsp. lactis,
Lactobacillus kefir, Lactobacillus plantarum, Acetobacter and Saccharomyces
were
present in all types of kefir grain. While Leuconostoc mesenteroides was only isolated
from grains CIDCA AGK1 and Lactococcus lactis subsp. lactis biovar diacetylactis,
Lactobacillus parakefir and Kluyveromyces marxianus were only isolated from CIDCA
AGK2 grains. All grains produced acid products with pH between 3±5 and 4±0. The
apparent viscosity of AGK1 fermented milk was greater than the product obtained
with AGK4. All fermented milks had inhibitory power towards Escherichia coli but
AGK1 and AGK2 supernatants were able to halt the bacterial growth for at least
25 h. Grain weight increment in AGK1, AGK2 and AGK3 during growth in milk did
not show significant differences. Despite their fermenting activity, AGK4 grains
did not increase their weight

Keywords: Keirr, lactic acid bacteria, kefir microflora

di negara kita ternyata banyak sekali tahun baru yang diperingati. kalo semua diiringin dengan pesta atau jalan2 kayaknya jadi banyak perstanya dan libur lagi. perlukan libur tahun baru? apa maknanya?

Tahun baru masehi diawali dengan natal seminggu sebelumnya sehingga ada libur yang berurutan dan ini mengurangi semangat kerja. apa keistimewaan tahun baru ini. rasanya tidak ada hubungan dengan natal kecuali untuk meniru-niru budaya hura-hura dan menyembah api dengan modifikasi menunggu kembang api dinyalakan lalu semua bersorak-sorai dilanjutkan saling cium meski bukan istrinya. lalu pergi ke pantai lihat matahari terbit. yang islam lupa shalat subuh yang kristen lupa misa ke gereja.

Tahun baru Hijriah, berbalikan dengan masehi tidak diawali tapi diikuti dengan puasa Asyura dan tidak ada perayaan tahun barunya, kecuali bagi umat Islam yang coba niru-niru perayaan tahun baru masehi. dengan alasan mosok yang lain punya perayaan tahun baru kok yang Islam tidak padahal punya kalendernya. kasihan kalo hanya punya budaya niru. Asyurapun banyak diliputi ritual yang sebenranya tidak perlu. yang seharusnya puasa malah dilakukan dengan menyakiti diri atau berpesta katanya untuk memuja Hasan dan Husein.

Tahun baru Jawa ini diperingati dengan cara yang beda yaitu di Jogja dilakkukan dengan laku bisu yaitu mengelilingi beteng dengan laku bisu. sedang di Solo sambil mengarak kebo bule. di lain tempat niru2 grebeg dengan rebutan berkah. saya maklum karena memang banyak masyarakat Jawa yang percaya kekuatan lain selain Allah, jadi wajar kan kalo ngalap berkah. yang tidak wajar adalah yang beragama tapi ikut ngalap berkah. Lucunya lagi peringatan manditengah malam pdahal kalender jawa bukan dimulai tengah malam. jadi orang ini menggabungkan kalender komariah dengan kalender samsyiah.

Tahun Baru Cina  mirip Jawa hanya bedanya mereka membuat sesuatu untuk para arwah kemudian tanggal 15 perayaan cap go meh. saya tidak banyak komentar karena gak paham sama denan tahun baru hindu atao budha.

Lalu sebenarnya apa maknda tahun baru kalo memang tidak adaperistiwa penting yang mestinya diperingati?

semoga tidak lagi munculperingatan peringatan lain untuk menambah libur kerja

salam

Aku bersyukur karena kini tiap siang telah ada lagi pengajian di televise sehingga siang hari di hari minggu tidak lagi harus melihat acara-acara yang tak bermakna bagi hati.
Hari ini ada ilmu yang cukup menarik berkait dengan menyambut hari anti korupsi. Tema tentang korupsi dibahas dengan gamblang.
Salah seorang yang juga ikut menyampaikan adalah mantan menteri olahraga (AD). Ada yang menarik yang ia sampaikan. Salah satu adalah cerita yang sudah sering kita dengar yaitu tentang seorang ibu dan anak gadisnya yang akan mencampur susu dengan air (mengurangi timbangan?). Namun keshalihan anak gadis ini menjadikan sang khalifah menjadikan ia sebagai menantunya hingga akhirnya melahirkan seorang ulama yang sangat terkenal hingga kini Umar bin Abdul Aziz.
Cerita yang juga tak kalah menariknya, meskipun telah kudengar berulang-ulang namun tetap menimbulkan getar di hati,yaiti kisah seorang pemuda yang menemukan apel kemudian dimakan dan saat separuh termakan ia baru ingat belum minta ijin dengan pemiliknya (kita juga baru saja melihat kasus seorang ibu yang mengambil biji kakao,orang yang mengambil semangka, pisang dsb). Setelah berjalan dan tertanya akhirnya ia ketemu dengan sang pemilik kebun. Sayang permohonan maaf dan ijin karena apel separuh telah masuk perutnya tidak diterima oleh pemilik kebun. Pemilik kebun mau memaafkan dan mengikhlaskan asal ia mau menikahi anaknya yang lumpuh, buta dan tuli. Pemuda ini kaget, namun karena ia meras berdosa dan tidak ingin hidupnya dilumuri dosa maka ia dengan tegas menjawab ia sanggup asal terampuni dosanya. Saat telah menikah ia kaget ternyata gadis itu amatlah cantik dan yang dimaksud lumpur adalah karena tidak pernah berjalan ketempat maksiat, buta karena tidak pernah melihat barang yang diharamkan untuk dilihat dan tuli karena tidak pernah mendengarkan omongan-omongan yang menyesatkan hati. Dan dari mereka kemudian lahirlah ulama yang amat terkenal Abu Hanifah.
Menjelang akhir ceramah ada cerita yang cukup menarik. Seekor binatang ditanya oleh malaikat: “Hai kerbau, ridhlokah engkau atas nikmat Allah yang engkau terima karena hanya mandi dikubangan? Kerbau itu menjawab: “Ya Malaikat, aku ridlho atas nikmat ini, dibandingkan kelelawar yang mandi dengan air kencingnya sendiri?. Lalu malaikat menemui kelelawar: Hai kelelawar ridhokah kamu yang mandi dengan air kecingmu sendiri? Kelelawar itu menjawab: “aku ridlho atas nikmat ini karena aku tetap dapat menikmati alam dengan kelebihan inderaku sehingga dapat terbang di malam hari dan mencari buah yang nikmat di alam bebas dibandingkankan cacing yang selalu di dalam tanah dan berjalan dengan perutnya. Lalu malaikat datang ke cacing: Hai cacing ridhlokan kamu dengan nikmat yang diberikan Allah ini? Cacingpun menjawab: “Aku ridhlo ya Malaikat atas nikmat ini dibandingkan dengan manusia yang tahu bahwa yang dimakan itu haram karena hasil korupsi namun ia tetap serakah memakannya.
Jadi? Jika kita ditanya malaikat apa jawaban kita?Semoga kita tidak termasuk yang disindir oleh cacing tersebut. Insya Allah.